Comang.id

Kopi dan
ekstrak
manggis

From lecture halls to your next favorite drink. One risk, one bottle, one step closer.

Kopi
House blend robusta dan arabika
Metode seduh
Tubruk
Tambahan
Ekstrak manggis
Kemasan
Botol 250 ml

Kata mereka lulus dulu. Kami pilih dua-duanya.

If not now, when?

Comang dirintis oleh mahasiswa di Yogyakarta yang menjalankan usaha sambil tetap kuliah. Tidak ada tim besar dan tidak ada dapur produksi. Yang ada hanya satu resep yang dikerjakan berulang sampai rasanya pas.

Produknya kopi seduh tubruk dari house blend robusta dan arabika, dipadukan dengan ekstrak manggis dan susu, lalu dikemas dalam botol 250 ml. Robusta memberi body dan pahit yang tegas, arabika memberi aroma dan asam yang halus, lalu ekstrak manggis menambahkan sisi segar yang jarang ditemukan di kopi susu.

Setiap resep dihitung harga pokoknya, dari bahan sampai gas dan kemasan, supaya harga jual masuk akal bagi pembeli dan usahanya bisa terus berjalan. Ini masih tahap awal. Penjualan dimulai lewat pre-order, jadi produksi menyesuaikan pesanan yang masuk.

Inovasi pertama Comang: kopi bertemu manggis

Menggabungkan kopi dan manggis bukan ide yang muncul dari nol. Beberapa peneliti dan pelaku usaha di Indonesia sudah lebih dulu mencobanya dalam bentuk lain. Comang belajar dari situ, lalu mengambil arah yang berbeda.

  1. 2016, Universitas Riau

    Sebuah penelitian di Fakultas Pertanian menguji beberapa rasio ekstrak kopi arabika dan ekstrak kulit manggis untuk membuat minuman kopi serbuk instan.[1]

  2. 2017, Purbalingga

    Kopi manggis sudah dijual sebagai produk lokal di Karangmoncol, lewat kafe dan kemasan bubuk untuk oleh-oleh.[2]

  3. Tasikmalaya

    Program pengabdian masyarakat melatih UMKM desa mengolah kulit manggis menjadi kopi.[3]

  4. 2026, Comang

    Kopi susu seduh tubruk dari house blend robusta dan arabika, ditambah ekstrak manggis, dikemas dalam botol siap minum 250 ml. Inovasinya ada di racikan, format botol, dan cara bercerita yang dekat dengan anak muda.

Jadi Comang tidak mengklaim yang pertama di dunia. Ini inovasi pertama kami sendiri: mengubah kombinasi yang sudah dikenal menjadi minuman kekinian yang praktis dibawa ke kampus.

Apa fungsi manggis?

Yang diteliti para ilmuwan bukan cuma daging buahnya. Bagian yang paling banyak dipelajari justru kulit ungunya.

Sumber xanton

Daging buah yang kita makan hanya sekitar 25 persen dari volume buah. Sisanya kulit ungu tebal yang kaya polifenol bernama xanton, seperti alfa-mangostin dan gamma-mangostin.[4]

Antioksidan

Uji laboratorium terhadap ekstrak kulit manggis dari Tasikmalaya menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat pada semua pelarut yang diuji.[5]

Antiinflamasi

Pada sel makrofag di laboratorium, ekstrak kulit dan daun manggis menekan produksi nitric oxide dan spesies oksigen reaktif yang terkait peradangan.[4] Tinjauan sistematis juga menghimpun bukti potensi antiinflamasinya.[6]

Dipakai turun-temurun

Kulit buah, kulit batang, dan daun manggis sudah lama menjadi ramuan tradisional di Asia Tenggara, misalnya untuk gangguan pencernaan, infeksi kulit, dan luka.[7]

Catatan penting

Hampir semua bukti di atas berasal dari uji laboratorium pada sel atau hewan, memakai ekstrak murni, bukan minuman jadi. Data tentang seberapa banyak xanton diserap tubuh juga sebagian besar berasal dari studi pada hewan pengerat.[8] Tinjauan terbaru tahun 2026 menyebut riset yang lebih terstandar masih dibutuhkan sebelum manggis bisa dipastikan berperan sebagai bahan pangan fungsional.[7]

Comang adalah minuman, bukan obat. Halaman ini tidak mengklaim khasiat atau kadar xanton tertentu di setiap botol.

Sumber bacaan
  1. Apriani dkk. (2016). Pembuatan Minuman Serbuk Kopi (Arabica) Instan dengan Penambahan Ekstrak Kulit Manggis. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau. Neliti
  2. Pemerintah Kabupaten Purbalingga (2017). Menyeruput Sehatnya Kopi Manggis. purbalinggakab.go.id
  3. Desiana dkk. Inovasi Produk Unggulan: Mengolah Kulit Manggis Menjadi Kopi Berkualitas. Jurnal Pengabdian Siliwangi. jurnal.unsil.ac.id
  4. Tocmo dkk. (2026). Mangosteen Pericarp and Leaf Tinctures Inhibit LPS-Induced Pro-Inflammatory Responses in Macrophages and Activate Nrf2. Nutrients. PubMed Central
  5. Mardawati dkk. Kajian Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Manggis di Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya. Teknotan, Universitas Padjadjaran. jurnal.unpad.ac.id
  6. Anti-Inflammatory Potency of Mangosteen (Garcinia mangostana L.): A Systematic Review (2023). ResearchGate
  7. Phytochemicals and bioactive properties of mangosteen (Garcinia mangostana L.): A comprehensive review (2026). ScienceDirect
  8. Biological Activities and Bioavailability of Mangosteen Xanthones: A Critical Review of the Current Evidence. Nutrients. PubMed Central
COMANG.ID COMANG.ID kopi + ekstrak manggis 250 ml

Kenalan sama botolnya

Ini wujudnya: botol 250 ml yang cukup muat di tas kuliah. Logo CO di labelnya sengaja dibuat terlihat seperti punya mata dan senyum, biar botolnya punya muka sendiri.

250 ml Seduh tubruk Ekstrak manggis Sistem pre-order

Gambar ini ilustrasi konsep. Nanti bisa diganti foto botol asli.

Satu botol, empat tahap

Semua dikerjakan manual dalam skala kecil. Takaran dicatat di setiap tahap supaya rasa tetap sama dari satu batch ke batch berikutnya.

1

Seduh tubruk house blend

Bubuk robusta dan arabika diseduh langsung dengan air panas, ala tubruk. Cara ini menjaga body kopi tetap tebal walau nanti bertemu susu.

2

Siapkan ekstrak manggis

Ekstrak disiapkan terpisah supaya takarannya bisa diatur dan rasanya konsisten.

3

Campur dengan susu

Kopi, ekstrak, dan susu dicampur dengan takaran yang sudah dicatat dalam resep.

4

Botolkan dan dinginkan

Dikemas dalam botol 250 ml, didinginkan, lalu diambil sesuai jadwal pre-order.

Tiga bahan, satu rasa

Masing-masing punya peran, dan tidak ada yang dibiarkan menutupi yang lain.

Robusta

Memberi body yang tebal dan pahit yang tegas.

Arabika

Memberi aroma dan asam yang halus.

Manggis

Memberi sisi segar yang menyeimbangkan.

Logo Comang

Kenapa logonya seperti ini

Huruf C dan O

Inisial dari Comang. Sederhana, langsung terbaca, dan mudah diingat sejak pertama kali dilihat.

Cincin berlapis

Garis ganda seperti riak di permukaan kopi tubruk yang baru diseduh, saat bubuk perlahan turun ke dasar gelas. Sabar menunggu, hasilnya lebih pekat.

Dua huruf yang tersambung

Garis di tengah menyatukan C dan O, seperti kopi dan manggis yang bertemu dalam satu botol.

Bentuk yang seimbang

Kiri dan kanan punya bobot yang sama. Itu yang dikejar di rasanya juga, tidak ada satu bahan yang mendominasi.

Terbuka untuk kolaborasi dan masukan

Comang masih di tahap awal. Kalau kamu dari komunitas UMKM, sesama mahasiswa yang merintis usaha, atau punya saran untuk produk dan brand ini, kabari lewat Instagram.

If it fails, try again.